![]() |
|||||
Trimurti adalah suatu istilah yang terdapat dalam salah satu agama atau kepercayaan. Tidak mengherankan apabila sebagian anggota masyarakat beranggapan bahwa SMA yang bernama TRIMURTI ini dikelola oleh salah satu agama yang ada di Indonesia. Anggapan atau pendapat yang demikian perlu kami luruskan. Para pendiri bersepakat memberi nama TRIMURTI, karena sasaran pokok yang ingin kami capai ada tiga yaitu :
Para pendiri yakin bahwa ilmu yang melekat pada akhlak yang tidak baik, tidak akan terbungkus pada jiwa yang luhur, maka ilmu itu tidak akan memenuhi tugasnya sebagai pendukung peradapan manusia, melainkan menjadi perusak peradaban bangsa. Tidak kurang jumlah orang pandai yang menjadi pendusta, penipu, pemerkosa, koruptor, manipulator yang sangat merugikan rakyat. Lebih-lebih pada waktu itu sudah terdengar adanya penyakit terutama dikalangan anak-anak muda yakni penyakit krisis akhlak. Termasuk pula dikalangan orang tua yang tidak bisa mengendalikan diri karena membanjirnya budaya asing. Jadi ilmu itu harus melekat pada akhlak yang baik yang dibungkus pada jiwa yang luhur dan diikat oleh tali susila yang jujur. HIDUP hendaknya hormat menghormati, tolong menolong, toleran, tertib dan mentaati segala peraturan. Berilmu dan berakhlak baik terhadap sesamanya, masih belum cukup apabila tidak disertai ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jadi sebagai manusia yang pancasilais hubungan horisontal dan vertikal harus kita laksanakan. Kalau ketiga unsur diatas (berilmu, berakhlak, bertaqwa) telah mendarah daging dan menulang sum sum dalam diri kita, tercapailah apa yang kita cita-citakan bersama yakni MANUSIA SEUTUHNYA. Nah, ketiga unsur diatas itulah yang lebur menyatu dalam istilah TRIMURTI. Jelaslah sudah bahwa SMA Trimurti BUKAN sekolah yang berdasarkan salah satu agama seperti SMA Muhammadiyah atau SMA Katolik, Advent, dsb. Di SMA Trimurti diajarkan semua agama yang diakui di Indonesia yaitu agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu untuk tiap-tiap pemeluknya. Khusus untuk agama Budha dan Advent dimintakan untuk belajar diluar, karena siswa penganut agama tersebut hanya satu dua orang saja. |
|||||
..... |
|||||
|
|||||
|
|||||